Mereka yang ikut makan siang bersama Jokowi termasuk Otniel Matias Kayani, Royland Worembay, dan Amos Ayum dari Kabupaten Kepulauan Yapen.
Kemudian Tekius Heluka, Giyanus Kumungga, Agung Rezki, Oktavianus Tara Putra dari Kabupaten Nduga. Penduduk Kepulauan Yapen memenangkan kategori umum kompetisi gerbang, sementara Kabupaten Nduga menerima penghargaan khusus.Pokercip | Sakong | DominoQQ | Bandar66 | Ceme
Pada pemantauan CNNIndonesia.com di lokasi, Jokowi menerima mereka yang hadir sekitar pukul 13:28 WIB. Jokowi segera mengundang mereka ke kamar yang sudah disediakan makanan.
Jokowi bersama dengan penduduk Kabupaten Kepulauan Yapen dan Nduga makan di meja yang sama. Mantan walikota Solo kemudian meminta mereka untuk mencicipi es yang telah disajikan.
Kegiatan makan siang Jokowi dengan para pemenang kompetisi berlangsung tertutup.
Sementara Ketua Adat Lapago Paus Kogoya bersama lima orang lainnya dari Papua mengaku ingin bertemu Jokowi. Namun, Paus mengaku tidak bisa bertemu dengan Jokowi. Sehari sebelum Paus juga datang ke Istana.Agen Poker | DominoQQ | Bandar Poker | Bandar Ceme
Dia mengatakan dia diminta oleh Istana untuk membuat audiensi terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Jokowi. Paus mengklaim telah membuat surat itu dan diserahkan kepada Sekretariat Negara.
"Jadi saya menjadikan surat ini sebagai audiensi. Jadi saya tidak berkecil hati. Apa pun yang terjadi hari ini saya terima. Saya harus melalui proses untuk dapat bertemu dengan Presiden," kata Paus di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Paus mengatakan ia menemani Jokowi selama kunjungan kerja ke Distrik Wamena pada 2017. Saat itu, Jokowi mengendarai sepeda motor sambil mengamati jalan Trans Papua untuk bagian Wamena-Mamugu 1.
"Dia hanya membuat sejarah bagi presiden untuk memasuki hutan, terutama di mana TPM-OPM berada, tetapi dia bisa masuk. Itu karena kita mengamankan semua rute dan rute yang dia lewati," katanya.Agen Poker | DominoQQ | Bandar Poker | Bandar Ceme
Setelah kegiatan tersebut, Paus mengklaim bahwa Jokowi memerintahkan stafnya untuk memfasilitasi para pemimpin adat untuk datang ke Istana. Namun, kata Paus, setelah dua tahun berlalu, pihaknya tidak bisa bertemu Jokowi.
"Tetapi instruksi dan instruksi presiden belum dilakukan sampai setelah dua tahun," katanya.
Paus mengaku telah tiba di Jakarta sejak 13 Agustus. Dia juga berharap bahwa setelah melakukan audiensi dia bisa bertemu Jokowi.Pokercip | Sakong | DominoQQ | Bandar66 | Ceme
"Saya harap Tuan Jokowi memiliki hati yang baik. Sebagai pemimpin republik ini dan hati yang populis, saya yakin Anda berterima kasih kepada kami karena mendapatkan
Sebelumnya, setelah kekacauan di Papua dan Papua Barat, Jokowi ingin mengundang para pemimpin tradisional, agama, komunitas dan pemuda setempat bulan lalu ke Istana. Namun, rencana itu belum terlaksana karena kondisi yang belum memungkinkan.
"Kami sudah mencoba tetapi sudah waktunya. Sebenarnya kami menunggu ini, kami merencanakannya tetapi itu belum memungkinkan," kata Jokowi di Alun-alun Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (29/8).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar