Minggu, 08 September 2019

Siapkan Strategi, Anies Baswedan Hentikan Tawuran di Manggarai


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan sejumlah langkah untuk menghentikan pertikaian antar warga yang kerap terjadi di Manggarai, Jakarta Selatan.

Anies mengatakan, dia akan membahas lebih lanjut dengan jajarannya di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengantisipasi perkelahian yang terjadi di semua wilayah Jakarta.

"Nanti kami sedang mempersiapkan beberapa langkah terkait pencegahan perkelahian. Kami akan membicarakannya, kata Anies di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Minggu (9/8/2019).

Meski begitu, Anies tidak mau menjelaskan langkah apa yang disiapkan untuk menangkal masalah klasik Jakarta. Dia hanya memastikan bahwa polisi akan terlibat dalam menjaga keamanan di Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa setiap pelanggaran yang terjadi akan ditangani dengan tegas oleh pihak berwenang. Misalnya, jika melanggar Peraturan Daerah (Perda), Satpol PP akan melakukan intervensi.

"Jika pelanggaran hukum pidana diproses melalui polisi, karena itu sikap kami dalam menghargai langkah polisi," katanya.

"Diharapkan dengan sikap polisi yang tegas, responsif polisi akan memiliki efek jera, sehingga pelanggaran pidana tidak terulang," tutup Anies.

Dendam Lama

 Wakil Walikota Jkarta Pusat Irwandi,!! mengungkapkan, keributan yang terjadi di Manggarai yang melibatkan warga daerah Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat adalah tradisi yang diturunkan turun temurun.

"Dendam lama sekali. Sudah antargenerasi. Ini generasi kedua. Jadi, generasi pertama adalah ayah mereka," kata Irwandi saat mengikuti dari Antara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2019) .

Irwandi mengakui bahwa pemerintah kota Jakarta Pusat telah mencegah keduanya memperketat keamanan menjadi konseling moral sehingga perkelahian yang serupa tidak akan terulang lagi.

"Kami sudah mencoba semuanya, membuat posting, melakukan pengamanan melalui CCTV, melakukan kegiatan, semuanya, tetapi ini sepertinya sudah mendarah daging," kata Irwandi.

Dia berharap insiden serupa tidak akan terulang dan memohon kepada RT dan RW yang penduduknya diindikasikan sering terlibat dalam aksi perkelahian untuk memperketat keamanan di wilayah mereka.

"Diharapkan akan ada kegiatan di wilayah ini, dan juga dimungkinkan bahwa para ulama juga dapat membantu," kata Irwandi.

Sebelumnya, Rabu 4/9/2019 terjadi perkelahian di penyeberangan stasiun kereta Manggarai yang melibatkan warga Tebet, Jakarta Selatan dan warga Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.

Hingga saat ini, penyebab pasti pertengkaran tersebut tidak didominasi oleh remaja dan siswa.

Pertikaian itu menyebabkan layanan kereta KRL berhenti selama dua jam dan menyebabkan penumpukan penumpang di beberapa titik.

SITUS POKER | BANDAR POKER | CEME | POKERCIP | DOMINOQQ |SAKONG | CAPSA | AGEN POKER | BANDAR66

Tidak ada komentar:

Posting Komentar