Kamis, 03 Oktober 2019

Demo di Kendari kudapoker Jadi Perhatian Serius Kompolnas, 6 Polisi Bawa Senpi saat Aksi demo

Jakarta - Sebanyak 6 enam polisi  kudapoker membawa senjata api (senpi) dalam demonstrasi kerusuhan yang menewaskan siswa Halu Oleo, Randi. Kompolnas mengatakan akan menunggu hasil penyelidikan Kepolisian Nasional.

"Pada prinsipnya Kompolnas sangat memperhatikan masalah tersebut. Kompolnas masih menunggu hasil akhir dari penyelidikan yang dilakukan oleh Kepolisian Nasional," kata Komisaris Kompolnas Andrea H Poeloengan saat dihubungi, Kamis (10/10/2019).

"Jangankan melanjutkan," katanya.

Andrea mengatakan bahwa partainya juga akan mengklarifikasi kasus ini. "Kompolnas akan mengklarifikasi jika pengawas internal Polri telah selesai bekerja," katanya.

Keenam polisi itu membawa senpi, meskipun sebelumnya ada larangan dari Kepala Polisi Nasional Tito Karnavian. Kompolnas menilai bahwa keenam polisi itu bisa dihukum.

"Di masa depan, jika itu melanggar perintah kepemimpinan, itu harus dihukum sesuai dengan Kode Etik Profesional Kepolisian Indonesia, dilarang ditugaskan langsung ke masyarakat," katanya.

Berdasarkan regulasi, Andrea mengatakan bisa membawa senpi saat mengamankan demonstrasi (unras). Tetapi itu tergantung pada unit kerja polisi dan kebijakan penanganan unras.

"Itu mungkin. Tapi situasinya kudapoker tergantung pada apa Satker itu, lalu apa kebijakannya pada saat penganan unras. Kalau itu terkait dengan kasus Kendari, maka karena kebijakan kepemimpinan tidak boleh membawa senpi atau mereka yang punya peluru karet, maka jelas dia yang melanggarnya, "katanya.

Sebelumnya, tim investigasi Kepolisian Nasional mengungkapkan bahwa ada enam petugas kepolisian yang membawa senpi saat demonstrasi mahasiswa di DPRD Sulawesi Tenggara yang menyebabkan kekacauan. Keenam polisi diperiksa oleh Propam Polisi Nasional terkait dengan kematian seorang siswa karena dia ditembak.

"Kami memutuskan bahwa enam anggota diperiksa karena ketika unras membawa senjata api," kata Kepala Divisi Provost Divisi Markas Besar Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Hendro Pandowo, Kamis (3/10).

Polisi membawa SNW dan HS senjata laras pendek. Tim investigasi masih memeriksa enam petugas polisi dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara dan Kepolisian Kendari. Enam polisi berinisial DK, GM, MI, MA, H, dan E.

"Kami akan mengerti mengapa senjata itu diambil selama keamanan unras, meskipun Kepala Kepolisian Nasional mengatakan kepada mereka untuk tidak membawa senjata," katanya.

Whatsapp: http://bit.ly/2KMyR19
Contact US:  +855964936778

Poker88 | pokerace99 | Dewapoker | pokerclub88 | pokergalaxy | nagapoker | pokercc | permata bank | pokerrepublik | pokerpelangi | qqdewa | pokerboya | pokerace | cimbniaga | kudapoker | rajapoker | registrasi kartu | poker online | dominoqq |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar