Sabtu, 31 Agustus 2019

Kapolri Sebut Kelompok yang Bikin Rusuh Papua Terkait Jaringan Internasional

Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengklaim intelijen menunjukkan bahwa orang asing terlibat dalam serangkaian kerusuhan di Papua. Saat ini, Kepolisian Nasional sedang berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, terutama Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk menanggapi keterlibatan pihak asing tersebut.
"Ada, ada (keterlibatan pihak asing). Kita tahu bahwa kelompok-kelompok ini terkait dengan jaringan internasional. Jadi kita harus berurusan dengan mereka baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kerjasama kita dengan Menteri Luar Negeri dan jaringan intelijen," kata Tito setelah peringatan HUT ke-71 Polwan di Polres Metro Jaya, Jakarta, Minggu (9/1/2019).

Kepala Humas Polisi Nasional Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal kembali menjelaskan bahwa penanganan komprehensif diperlukan dalam hal ini. Iqbal menjelaskan bahwa saat ini TNI-Polri dan semua pemangku kepentingan sedang memetakan sejauh mana keterlibatan asing.

"Penanganan ini harus komprehensif. Ini sedang dipetakan. Pihak kami, jaringan intelijen dengan beberapa lembaga terkait, sudah bekerja. Intinya, kami juga tidak bisa menyampaikan semuanya di sini. Ini adalah diplomasi antar negara," kata Iqbal.

Iqbal melanjutkan bahwa prioritas utama Kepala Kepolisian Nasional adalah untuk memastikan keselamatan orang-orang di Papua dan mencegah insiden serupa terjadi lagi. Polisi Nasional menganggap kerusuhan di Papua diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Itu dikategorikan diprovokasi kemarin. Nah, mereka yang diduga dimobilisasi telah dipetakan. Sedang dieksplorasi. Tentunya jika terbukti secara hukum melawan hukum akan dituntut," kata Iqbal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar